Kegiatan

Cara Menghitung Zakat Hewan Ternak Ayam

Cara Menghitung Zakat Hewan Ternak Ayam – Di dalam aturan Islam, hewan ternak seperti unta, sapi dan kambing dikenai zakat (zakat hewan). Namun bagaimana jika ada yang beternak selain yang disebutkan di atas?

Apakah tetap dikenai zakat? misalnya zakat dari usaha peternakan ayam broiler, diqiyaskan kepada zakat apa? Bagaimana ketentuan penghitungannya?

Mengenai masalah zakat peternakan ayam broiler (ayam pedaging), berdasarkan buku Tanya Jawab Agama Jilid 3 halaman 159 menjelaskan bahwa, jenis hewan selain yang telah ditentukan dalam nash seperti kambing, sapi dan unta, nishab dan kadar zakatnya disesuaikan dengan sapi, kijang dengan kambing.

Adapun pemeliharaan ternak seperti ayam sembelihan, burung dara atau puyuh untuk konsumsi telurnya atau dagingnya, yang waktu panennya hanya beberapa bulan saja, maka diperhitungkan sama dengan harta perdagangan. Berapa modal awal tahun dan berapa jumlah modal dan laba pada akhir tahun, dikeluarkan zakatnya 2,5%.

Di dalam surat al Baqarah ayat 267 Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

Contoh Perhitungan Zakat Ayam Boiler
misal, H. Mahmud adalah seorang pengusaha peternak ayam broiler yang memelihara 1000 ekor ayam. Pada akhir tahun 2018 (tutup buku) terdapat laporan keuangan sebagai berikut:

Stok ayam broiler 1200 ekor (dalam berbagai umur), di taksir seharga Rp 36.000.000,00
Uang kas/bank setelah pajak: Rp 15.000.000,00
Stok pakan dan obat-obatan: Rp 3.000.000,00
Piutang (dapat tertagih): Rp 5.000.000,00
Jumlah total harta : Rp 59.000.000,00

Utang jatuh tempo: Rp 10.000.000,00

Saldo uang H Mahmud : Rp 49.000.000,00

Kandang ayam tidak diperhitungkan sebagai harta yang wajib dizakati, sebab tidak diperjualbelikan. Nishab zakat perniagaan setara 85 gram emas murni 24 karat.

Jika harga emas murni 24 karat per gram adalah Rp 550.000,00 maka nishab zakat peternakan ayam broiler adalah 85 gram x Rp 550.000,00 = Rp 46.750.000,00

Jadi, dari jumlah saldo yang dimilikinya, H. Mahmud telah terkena kewajiban mengeluarkan zakat karena sudah melebihi nishab. Sedangkan zakat yang harus dikeluarkan adalah sebesar
2,5% x Rp 49.000.000,00 = Rp 1.225.000,00

Demikian uraian mengenai zakat hewan ternak. Dan bagi Anda yang ingin menyalurkan zakat baik itu, zakat maal, sedekah atau yang lainnya. Silahkan hubungi 0822 8971 3000

 




Nusantara Peduli

  • Jl. Perintis Kemerdekaan, Gg. Mangga 670, Umbulharjo, Yogyakarta
  • 082289713000
  • nusantarapedulipusat@gmail.com

Lokasi Kami