Kegiatan

Panduan Kesempurnaan Ibadah Puasa

Ceramah Ramadhan 2 : Panduan Kesempurnaan Ibadah Puasa – Alhamdulillah, kita memuji Allah Swt atas segala ni’mat karuniaNya kepada kita semua. Kita berterima kasih kepadaNya atas bantuanNya kepada kita semua. Sehingga kita menyelesaikan ibadah shaum pada hari pertama. Teriring do’a tulus semoga Allah Swt menerima ibadah puasa kita semua, dan seluruh ibadah amal shaleh kita semua. Amin.

Shalawat dan salam kita upayakan untuk senantiasa kita ucapkan untuk Rasulullah Saw yang telah memperjuangkan agama Islam ini, sehingga kita semua dapat menikmatinya. Semoga shalawat kita diterima oleh Allah Swt.

Para Jamaah taraweh yang berbahagia

Ibadah puasa yang kita tunaikan pada bulan suci ini penuh padat dengan nilai-nilai pendidikan kepribadian muslim sejati. Dan efektifitas ibadah ini berbanding lurus dengan peningkatan kepribadian yang dihasilkannya. Artinya, semakin tinggi tingkat perbaikan diri yang dihasilkan ibadah shaum, semakin tinggi pula tingkat keberhasilan shaum kita.

Dan jika sebaliknya, ibadah shaum yang tidak membawa perbaikan diri dan peningkatan kualitas hidup, itulah indikasi kegagalan shaum kita. na’udzu billahi min dzalik.

Mengapa demikian ?

Karena ibadah shaum bukanlah kewajiban yang berarti beban yang menyiksa, tanpa tujuan-tujuan pendidikan kepribadian. Ibadah shaum adalah sarana Tarbiyah Rabbaniyah menuju :

لعلكم تتقون

Kepribadian taqwa. Agar kita semua menjadi muttaqin dan muttaqiyat. Inilah kepribadian muslim sejati yang harus kita capai sebelum kita meninggalkan dunia yang sementara ini :

ولاتمو تن إلا وأنتم مسلمون

“Janganlah kamu mati sebelum kamu menjadi muslim sejati”. (Qs : Ali Imran : 102)

Bagaimana Ibadah Shaum Ini Mentarbiyah Kita/ Mendidik Kita ?

Pertama : Ibadah Shaum Memberdayakan Iman Dan Ikhlas. Pada ibadah shaum kita menghayati iman kita kepada Allah swt, bahwa kita shaum karena kita percaya kepada Allah Swt, yakin pada firman Allah Swt, itulah isyarat yang kita fahami pada penegasan Allah tentang kewajiban shaum, diawali dengan panggilan Ilahi yang khusus kepada para hambaNya yang beriman :

ياأيهاالذين آمنوا

Jadi, tidak ada shaum tanpa iman. Dan tidak ada iman tanpa shaum.

Di sisi lain, ibadah shaum adalah ibadah satu-satunya yang tidak dimasuki riya’ secara perbuatan. Karena tidak ada orang yang berpuasa untuk dipuji orang lain.

Allah Swt berfirman dalam hadits Qudsi yang shahih :

كل عمل ابن آدم له ، إلا الصيا م ، فإنه لى وأنا أجزي به

“Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa, itu untukKu dan Aku yang membalasnya”.

Jadi shaum itu benar-benar hanya untuk Allah Swt. Sangat sulit untuk riya’ dalam shaum. Kecuali ada yang bilang kepada temannya :

“Saya ini sangat kuat puasa, sampai sore ini saya masih segar pada hal saya tidak makan
sahur”.
Kalau niatnya ingin dipuji, berarti dia riya’. Atau dia bilang pada temannya :

“Aduh, saya rasanya sudah hampir mati, karena saya puasa tidak makan malam dan tidak makan
sahur”.

Kalau dia ingin dipuji, berarti dia riya’.

Demikianlah ibadah puasa mendidik kita untuk memberdayakan iman dan ikhlas untuk seluruh pengamalan perintah Allah dan RasulNya Saw dan menjauhi seluruh larangan Allah Swt dan RasulNya Saw.

Nilai Pendidikan Yang Kedua Dari Ibadah Shaum : Ialah Pengendalian Diri.

Ibadah shaum mendidik kita untuk mengendalikan diri kita. Berangkat dari kemampuan kita untuk mengendalikan diri dari makanan, minuman, pasangan yang semuanya halal, kita dididik untuk semakin kuat untuk mengendalikan mata dari pemandangan dan tayangan yang haram. Mengendalikan telinga dari suara yang haram .

Mengendalikan tangan dari sentuhan-sentuhan, remasan-remasan, pegangan-pegangan, colekan- colekan yang haram.

Mengendalikan mulut kita dari ucapan-ucapan yang haram, sehingga kita tidak lagi memaki, tidak lagi menyebarkan rahasia orang lain, tidak lagi menceritakan kejelekan orang lain, tidak lagi berdusta, tidak lagi menipu, tidak lagi berkata-kata kotor.

Demikian pula dengan kaki kita, kita kendalikan dengan baik sehingga tidak melakukan langkah-langkah yang haram.

Itulah pelajaran pengendalian diri yang diajarkan oleh ibadah shaum.

Logikanya seperti ini :

Dengan ibadah shaum kita bisa meninggalkan yang halal, maka pembiasaan itu harus membuat kita sanggup dan kuat meninggalkan semua yang haram .

Rasulullah Saw bersabda :

والصيام جنة ، فإذاكان يوم صوم أحدكم فلا يرفث ولايصخب ، فإن سابه أحد أو قاتله ، فليقل : إنىصائم

“Saum itu perisai (pelindung dari dosa dan neraka). Maka jika hari puasa salah seorang di antara kamu maka janganlah ia berkata kotor (porno) dan janganlah ia marah. Dan jika dia dimaki oleh seseorang atau diajak bertengkar, hendaklah ia menjawab : “saya sedang berpuasa”.

Demikianlah Allah Swt mendidik kita lewat ibadah shaum agar kita menjadi pribadi yang lebih tenang, lebih mengusai diri, lebih kuat menahan kemauan dan keinginan. Menahan ucapan dan prilaku.

Nilai Pendidikan Yang Ketiga Dari Ibadah Shaum Ialah : Optimisme Dalam Hidup.

Ibadah shaum mendidik kita untuk optimis dalam hidup ini. Karena ibadah ini menanamkan keyakinan kepada diri kita bahwa dosa-dosa kita akan diampuni,kita akan bergembira pada hari Akhirat, kita akan masuk syurga dari pintu”Rayyan”, kita mendapat pahala yang tidak terbatas, do’a-do’a kita pasti dikabulkan.

Semua ini menumbuhkan optimisme hidup. Kita yakin bahwa dengan shaum kita bahagia, dengan shaum kita bersama Allah, dengan shaum kita pasti dituntun oleh Allah. Bahkan dengan shaum, bau mulut kita pun membuat kita optimis, karena bau mulut itu dinilai sebagai aroma yang paling harum.

Rasulullah Saw bersabda :

والذي نفس محمد بيده، لخلوف فم الصا ئم أطيب عندالله من ريح المسك

للصا ئم فرحتان يفر حهما : إذا أفطر فرح، وإذا لقي ربه فرح بصومه. متفق عليه

“Demi Allah yang jiwa Muhammad di tanganNya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa, lebih harum di sisi Allah Swt dari aroma minyak kesturi (parfun yang terharum).

Bagi orang yang berpuasa dua kegembiraan : jika ia berbuka ia bergembira. Dan jika ia bertemu dengan Tuhannya ia gembira dengan puasanya.”

Orang yang berpuasa berkeyakinan bahwa penderitaan yang ia alami waktu berpuasa pasti mendatangkan kebahagiaan hidup baginya, pasti menghasilkan keberkahan dan keselamatan.

Pengorbanan yang ia berikan kepada Allah Swt dengan puasa, pasti dibalas oleh Allah Swt dengan kemudahan-kemudahan hidup dengan kesuksesan-kesuksesan yang pasti tiba. Allah Swt
berfirman :

هل جزاء الإحسان إلا الإحسان

Apakah ada balasan dari perbuatan baik selain kebaikan pula ? (QS. Al-Isra’ : 7)

Itulah tiga nilai pendidikan yang ditanamkan oleh ibadah shaum dalam diri kita semua :

1. Pemberdayaan iman dan ikhlas
2. Pengendalian diri
3. Optimisme Hidup

Tugas kita sekarang ialah menghayati penanaman nilai-nilai di atas dalam diri kita, sehingga kita benar-benar merasakan bahwa ibadah shaum telah mendidik kita untuk semakin yakin, semakin ikhlas, semakin bijak dan semakin optimis.

Penghayatan itu hanya dapat dicapai jika kita melakukan renungan-renungan shaum, renungan-renungan ramadhan, menghadirkan niat ikhlas di hati pada setiap amal shaleh, serta berupaya keras untuk lebih khusyu’.

Kita berharap, bertekad dan berdo’a semoga shaum kita besok dan seterusnya akan senantiasa lebih baik, lebih efektif, lebih produktif, dan lebih afdhal. Amin

Di akhir perjumpaan kita pada malam ini, saya akan mengajarkan sebuah do’a yang diajarkan oleh Rasulullah Saw, yaitu do’a penambah iman dan keterarahan hidup :

اللهم حبب إلينا الإيمان وزينه في قلوبنا وكره إلينا الكفر والفسوق والعصيان واجعلنا من الراشدين

“Ya Allah, jadikanlah kami cinta kepada Iman dan hiasilah iman itu di hati kami. Dan jadikanlah kami benci kepada kekafiran, kefasikan dan dosa. Dan jadikanlah kami orang-orang yang terpimpin. Amin.

 




Nusantara Peduli

  • Jl. Perintis Kemerdekaan, Gg. Mangga 670, Umbulharjo, Yogyakarta
  • 082289713000
  • nusantarapedulipusat@gmail.com

Lokasi Kami