Kegiatan

Panduan Kesempurnaan Tilawah Al-Qur’an

Ceramah Ramadhan 3 : Panduan Kesempurnaan Tilawah Al-Qur’an – Alhamdulillah, itulah ucapan kita di awal setiap pertemuan kita. Itulah ucapan kita setiap kali kita mendapat ni’mat dari Allah swt. Itulah ucapan kita sebagai pembuktian kesyukuran
kepada Allah yang berjanji :

لإن شكرتم لأزيدنّكم

“jika kamu bersyukur, niscaya Aku (Allah) pasti menambahkan (ni’matKu) kepadamu”. QS. Ibrahim : 7.

Shalawat dan salam untuk Rasulullah saw selalu kita ucapkan pada setiap pertemuan, sebagai bentuk pengamalan perintah Allah swt dalam firman Nya :

إن الله وملائكته يصلّون على النبي ياأيها الذين آمنوا صلُّوا عليه وسلّموا تسليما

“sesungguhnya Allah dan para malaikat Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu kepada beliau dan ucapkanlah salam penghormatan kepada beliau secara sungguh-sungguh” (QS. Al-Ahzab : 56)

Para hamba Allah yang rajin membaca kitab Allah.

Kajian dan renungan kita pada malam ke tiga dari bulan istimewa ini ialah tentang tilawah Al-Qur’an. Kita semua telah mengetahui bahwa Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan, Allah swt
berfirman :

شهر رمضان الذي أنزل فيه القرآن هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان

“Bulan Ramadhan (adalah bulan yang padanya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan (berisi) penjelasan terhadap petunjuk itu dan sebagai pembeda (antara yang hak dan yang batil). QS. Al-Baqarah : 185.

Oleh karena itu maka bulan Ramadhan dikenal dengan bulan Al-Qur’an.pada bulan mulia ini kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak tilawah Al-qur’an.

Pada bulan istimewa ini, Rasulullah saw menyetorkan hafalan Al-Qur’an beliau kepada malaikat Jibril. Dan pada bulan Ramadhan terakhir dari kehidupan beliau yang mulia, beliau mengkhatamkan hapalan beliau kepada Malaikat Jibril sebanyak dua kali khatam.

Para sahabat Nabi saw bersungguh-sungguh mengkhatamkan Al-qur’an berkali-kali. Banyak dari mereka yang mengkhatamkan Al-qur’an setiap pekan.

Al-Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani mengatakan : Al-Imam Al-Bukhari mengkhatamkan Al-Qur’an pada bulan Ramadhan 30 kali khatam. Dan bahkan Imam Asy-Syafi’i mengkhatamkan Al-Qur’an pada bulan Ramadhan sebanyak 60 kali khatam !.

Demikianlah kesungguhan para pendahulu kita yg shaleh dalam menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan tilawah Al-Qur’an.

Para jama’ah yang rajin membaca Al-Qur’an.

Mengapa kita harus rajin membaca Al-Qur’an ?. jawabannya ialah : Kita sangat yakin & percaya bahwa Al-Qur’an adalah kitab Allah yg diturunkan oleh Allah kepada Nabi kita Muhammad saw sebagai pedoman hidup bagi kita, petunjuk jalan lurus bagi kita.

إنّ هذا القرآن يهدي للتي هي أقوم

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus” QS. Al- Isra’ : 9.

Dalam surah lain, Allah berfirman :

اتبعوا ما أنزل إليكم من ربكم ولا تتبعوا من دونه أولياء قليلا ما تزكرون

“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain Nya. Sangat sedikit diantara kamu yg  mengambil pelajaran dari padanya”. QS. Al-A’raf : 3.

Al-Qur’anul Karim adalah ruh kehidupan iman kita. Al-Qur’an adalah cahaya bagi kehidupan kita. Allah swt berfirman :

وكذلك أوحينا إليك روحا من أمرنا ما كنت تدري ماالكتاب ولا الإيمان ولكن جعلناه نورا نهدي به من نشاء من عبادنا وإنك لتهدي إلى صراط مستقيم

“ Dan demikianlah kami wahyukan kepada mu Ruh (Al-Qur’an) dengan perintah kami. Sebelumnya, kamu tidak mengetahui apa itu al-Kitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apa itu iman, tetapi kami menjadikan (Al-Qur’an) sebagai cahaya, yang kami tunjuki dengannya siapa yang kami kehendaki dari pada hamba kami, dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk ke jalan yang lurus”. QS. Asy-Syura : 52.

Para jamah, para pencinta Al-Qur’an yang kami cintai.

Atas dasar keyakinan bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci dari Allah swt yang berisi petunjuk dan pedoman hidup, pembawa berkah dan kebaikan, menjadi nyawa kehidupan iman, dan cahaya penerang jalan Allah, maka kita wajib mempelajarinya, wajib mengamalkan maksud dan tujuannya.

Selain itu, tilawah Al-qur’an adalah ibadah yang sangat mulia, sehingga ia merupakan mesin pencetak pahala yang sangat banyak jika kita membacanya dengan ikhlas dan benar. Rasulullah saw pernah bersabda :

من قرأ حرفا من كتاب الله فله حسنة، والحسنة بعشر أمثا لها لا أقول الم حرف. ولكن ألف حرف، ولام حرف، وميم حرف. (رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحبح.

“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka ia dinilai berbuat satu kebaikan. Dan satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan : Alif, Lam, Mim, itu satu huruf. Tapi : alif itu satu huruf. Lam itu satu huruf. Mim itu
satu huruf.” HR. At-Tirmidzi

Dapat kita bayangkan betapa banyak pahala yang kita dapat kalau kita membaca surah Al- Fatihah, kalau kita membaca ayat kursi, kalau kita membaca satu halaman, 1 juz, dst. Allahu Akbar.

Dalam hadits shahih yang lain disebutkan :

:عن عقبة بن عامر رضي الله عنه قال : خرج رسول الله صلى الله عليه وسلم و نحن في الصفة، فقال
” أيكم يحب أن يخرق كل يوم إلى بطحان العقيق أو إلى العقيق، فيأتي منه بنا قتين كوماوين في غير إثم ولا قطع رحم ؟ فقلنا : يا رسول الله، نحب ذلك. قال: افلا يغدواحبكم إلى المسجد فيعلم او يقوأ آيتين من كتاب الله عزوجل خير له من ناقتين، وثلاث خيرله
من ثلاث، وأربع خير له من أربع، ومن أعداد هن من الإبل” أخرجه مسلم.

Dari Uqbah bin Amir Ra, beliau mrnyatakan : Rasulullah saw pernah keluar menjumpai kami di Shuffah (sudut masjid) lalu beliau bersabda : “iapa diantara kamu yang ingin pergi setiap pagi hari ke Buthanul ‘Aqiq, atau ke ‘Aqiq lalu ia kembali membawa dua ekor onta betina yang besar, tanpa melakukan dosa dan tanpa memutuskan silatirahim ?.” kami menjawab : ya Rasulullah, kami ingin melakukan itu. Beliau bersabda : “Mengapa tidak pergi salah seorang kamu ke Masjid, lalu ia mengajarkan atau membaca dua ayat dari Kitab Allah Azza wajalla, itu lebih baik baginya dari dua ekor onta, tiga ayat lebih baik dari tiga ekor onta, empat ayat lebih baik dari empat ekor onta, dan demikianlah seterusnya, jumlah bilangan ayat lebih baik dari sejumlah ekor onta itu”. HR. Muslim.

Subhanallah. Inilah yang wajib kita yakini agar kita semakin termotivasi untuk memperbanyak tilawah Al-Qur’an. Inilah yang telah memotivasi para orang Shaleh sepanjang sejarah sehingga mereka menghabiskan waktu mereka membaca Al-qur’an, sampai mereka membaca Al- Qur’an dalam jumlah yang seakan mustahil untuk kita capai.

Seperti mereka yang mengkhatamkan Al-qur’an setiap hari, seperti Utsman bin Affan Ra. Bahkan Imam Asy-Syafi’i mengkhatamkan Al-Qur’an dua kali sehari selama bulan Ramadhan.

Lalu, bagaimana dengan kita bapak-bapak ? Bagaimana dengan ibu-ibu ?.

Tidakkah kita malu kepada Allah ?. benarkah kita sudah beriman ?. sudah juz keberapakah tilawah Al-Qur’an kita pada hari ini ?. Semestinya, kalau kita menetapkan target minimal satu kali kita khatam dalam bulan penuh berkah ini, maka pada malam ini kita sudah masuk pada juz ke tiga. Ini minimal yang harus kita capai.

Kalau target ini kita belum capai, marilah kita bersedih, mari kita menyesal, mari kita bertaubat, karena ini adalah indikasi kelalaian kita pada bulan Al-Qur’an ini. Ini adalah indikasi kelemahan iman. Ini indikasi jiwa yang kotor. Astagfirullah.

Dengarlah apa yang dikatakan oleh Utsman bin Affan Ra :

لو طهرت قلوبكم ما شبعتم من كلام ربكم

“sekiranya hatimu bersih, niscaya kamu tidak akan pernah kenyang dari firman-firman Tuhanmu”.Yang lebih tegas lagi, seorang ulama Tabi’in yang bernama Aus bin Abdullah pernah menyatakan :

نقل الحجاة أهون على المنفق من قراءة القرآن

“Mengangkat batu yang berat, lebih ringan bagi orang munafik dari pada membaca Al-qur’an”.  Astagfirullahal Azhim.

Marilah kita melakukan mujahadah memaksakan diri, melawan hawa nafsu, mengalahkan keinginan untuk bermalas-malasan. Marilah kita mengikhlaskan niat, memperkuat tekad untuk membaca Al-Qur’an lebih banyak dan lebih banyak lagi. Marilah kita menebus kelalaian kita terhadap Al-Qur’an pada masa lalu.

Marilah kita yakin bahwa membaca Al-Qur’an dipahalai oleh Allah, walaupun kita tidak mengetahui artinya. Marilah kita meyakini bahwa membaca Al-Qur’an dipahalai oleh Allah, walaupun cara kita membacanya tersendat-sendat, tersangkut-sangkut, atau masih banyak yang salah tajwidnya. Tidak apa-apa. Teruskan dan lanjutkan.

Paksakan walaupun harus menangis, walaupun sampai pening /sakit kepala. Teruskan walaupun terkadang ada sebagian orang sampai muntah. Itu adalah pertanda kebaikan. Dan lebih baik lagi jika kita mengadakan tadarrus Al-Qur’an secara berkelompok di Masjid secara rutin.

Kesimpulannya, kita semua dihimbau untuk melakukan revolusi perhatian terhadap tilawah Al- qur’an, dengan mengorbankan sebagian kesibukan, pekerjaan, waktu istirahat. Usahakanlah untuk selalu membawa Al-Qur’an. Bacalah kapan dan dimana saja.(kecuali di WC).

Inilah yang harus kita lakukan jika kita beriman pada Al-Qur’an, jika kita yakin pada kemuliaan bulan suci Ramadhan. Semoga Allah mengaruniakan Hidayah dan Taufiq Nya kepada kita semua. Amin.

Di akhir perjumpaan kita malam ini, marilah kita berdo’a dan saling berpesan untuk memperbanyak do’a ini :

اللهم إني أسألك رضاك والجنة وأعوذ بك من سخطك والنار

“Ya Allah, aku memohon kepada Mu ridha Mu dan syurga.Dan aku berlindung diri kepada Mu dari murka Mu dan neraka” Amin.

 

Sumber: diarymuslim




Nusantara Peduli

  • Jl. Perintis Kemerdekaan, Gg. Mangga 670, Umbulharjo, Yogyakarta
  • 082289713000
  • nusantarapedulipusat@gmail.com

Lokasi Kami