Kegiatan

Zakat Profesi

Dasar Hukum
Allah swt berfirman, “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian” (QS. adz-Dzâriyât : 19);

“Dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya” (QS. al-Hadîd: 7);

“Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah (zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik” (QS. al-Baqarah: 267)

Hasil Profesi
Hasil profesi merupakan sumber pendapatan orang-orang masa kini, seperti pegawai negeri, swasta, konsultan, dokter, dan notaris. Para ahli fikih kontemporer bersepakat bahwa hasil profesi termasuk harta yang harus dikeluarkan zakatnya, mengingat zakat pada hakikatnya adalah pungutan harta yang diambil dari orang-orang kaya untuk dibagikan kepada orang-orang miskin di antara mereka.

 

Nisab dan haul zakat profesi sama seperti zakat pertanian.

Zakat pertanian adalah zakat yang dikeluarkan atas hasil pertanian setiap kali panen. Jenis zakat ini telah ada sejak zaman dahulu. Kemiripan karakteristik perolehan penghasilan/gaji dengan panen pada bidang pertanian yang diperoleh secara periodik membuat zakat profesi di-qiyas-kan nisab dan haulnya dengan zakat pertanian.

zakat pertanian berdasarkan nisab (653 kg gabah kering giling atau setara dengan 520 kg beras) dan waktu pengeluaran zakatnya (setiap kali panen).

 

Kadar zakat profesi disamakan dengan zakat emas.

Jika pada poin sebelumnya dijelaskan bahwa nisab dan haul zakat profesi disamakan dengan zakat pertanian, maka kadar zakat profesi disamakan dengan zakat emas. Hal ini karena orang-orang biasanya mendapat penghasilan/gaji berupa uang. Nah, kemiripan bentuk harta itulah yang membuat kadar zakat profesi dapat di-qiyas-kan dengan zakat mata uang (emas dan perak). Besaran zakat profesi yang harus dibayarkan oleh muzakki adalah 2,5 persen dari
penghasilannya.

Contoh kasus menghitung zakat profesi :
Abdul Sholeh adalah seorang karyawan swasta yang berdomisili di Jakarta. Ia mempunyai seorang istri dan dua orang anak yang masih kecil. Penghasilan per bulannya adalah Rp 10.000.000,-.

1. Pendapatan gaji per bulan Rp 10.000.000,-

2. Nisab 520 kg beras @Rp 10.000 (Sesuai dengan harga beras yang kita gunakan untuk kebutuhan makan sehari-hari) Rp 5.200.000,-

3. Rumus zakat = (2,5% x besar gaji per bulan),-

4. Zakat yang harus ditunaikan dalam satu bulan 2,5 % x Rp 10.000.000,- = Rp 250.000,-

 



Nusantara Peduli

  • Jl. Perintis Kemerdekaan, Gg. Mangga 670, Umbulharjo, Yogyakarta
  • 082289713000
  • nusantarapedulipusat@gmail.com

Lokasi Kami